Home Wisata Kuliner
Wisata Kuliner

Berwisata ke manapun tidak akan sah rasanya jika kita tidak mencoba makanan khas setempat. Bahkan berwisata/berpiknik hampir selalu identik dengan mencoba makanan enak yang terkenal dari daerah yang kita kunjungi. Dengan lidah yang dimanjakan dengan kelezatan bumbu-bumbu dan bahan-bahan tradisional, perut kenyang kita akan membawa suasana hati yang menyenangkan untuk berkeliling ke tempat-tempat wisata.

Jika anda menginginkan sebuah wisata kuliner yang tidak terlupakan, pastinya anda akan 'rela' memburu makanan-makanan khas yang kondang, dan memenuhi rasa penasaran anda akan keunikan rasanya. Jogja, sebuah kota kecil dengan Kraton nya yang unik dan kaya akan budaya tidak ketinggalan menawarkan makanan-makanan yang seolah dapat mewakili atmosfir keindahan kota ini. Lewat sepiring Gudeg Jogja yang mendunia, seporsi Nasi Blawong kesukaan raja-raja Kraton, dan jajanan pasar seperti Gethuk, Klepon, Geplak, dll, rasanya tidak ada alasan untuk tidak bertandang ke tempat-tempat makan seperti Gadri Resto, Bale Raos, Pasar Ngasem, dll. Cicipi resep turun-temurun Kraton dan nikmatilah suasana hangat Jogja!

 



Menikmati Keunikan Rasa Legen Cetak

Bagi beberapa orang, nama legen mungkin masih terdengar asing di telinga. Hal ini cukup wajar mengingat jumlah penjual legen yang tidak terlalu banyak.

Legen adalah sejenis minuman tradisional yang terbuat dari getah manggar atau bunga kelapa. Caranya, seikat manggar dipotong ujungnya kemudian getah yang dikeluarkan ditampung dalam bumbung atau bambu. Hal ini dilakukan setiap pagi dan sore. Dalam sekali tampung, umumnya bisa diperoleh legen sebanyak setengah bumbung.

Satu gelas legen umumnya dijual seharga 1000-1500 rupiah. Legen rasanya agak manis dan lebih enak disajikan dingin.

 

 
Bale Raos, Restoran Unik Dengan Andalan Masakan Kesukaan Sultan Cetak

Berangkat dari misi ingin melestarikan kekayaan budaya khususnya dalam hal keanekaragaman hidangan khas Kraton Yogyakarta dan pengangkatan citra makanan tradisional di mata masyarakat nasional maupun internasional serta memberikan alternatif pilihan sajian hidangan bagi masyarakat Yogyakarta maupun wisatawan, terbentuklah suatu restoran unik yang sangat berbeda dari restoran kebanyakan di Yogyakarta, baik dari segi menu, cara penyajian, dan tempat. Restoran ini bernama Bale Raos.

Bale Raos adalah salah satu dari sedikit restoran yang menyajikan masakan kesukaan Sultan Yogyakarta, dari masakan favorit Sultan Hamengkubuwono VII sampai ke Sultan Hamengkubuwono X. Semua bahan untuk masakan tersebut berasal dari ramuan-ramuan dan rempah-rempah tradisional.

 

 

Beberapa menu andalan Bale Raos antara lain: dalam Hidangan Pembuka ada Soup Tomat (Menu favorit HB IX), Soup Timlo (Menu favorit HB X), Soup Lidah, Soup Kacang Merah, dll. Kemudian di Hidangan Utama ada Sayur Klenyer (Menu favorit HB IX), Daging Lombok Kethok (Menu favorit HB VII-IX), Semur Ayam Panji (Menu favorit HB VII), Semur Piyik (Menu favorit HB VII), Gecok Ganem (Menu favorit HB IX), Dendeng Ragi (Menu favorit HB IX), dll.

Selengkapnya...
 
Kelezatan Jajan Pasar Cetak

Jika suatu ketika kita berjalan-jalan ke pasar-pasar tradisional di daerah Yogyakarta umumnya, kita sering melihat makanan-makanan tradisional yang banyak ditawarkan oleh para pedagang di pasar tradisional tersebut. Makanan-makanan tradisional tersebut yang sering kita sebut dengan “Jajan Pasar”. Sepintas memang jika dilihat dari penampilannya, jajan pasar kurang menarik, namun jika dirasakan kelezatannya maka kita akan terperangah, karena rasanya memang khas. Rasa khas tersebut keluar dari bahan-bahan dan bumbu-bumbu dari resep tradisional. Yang terpenting adalah jajan pasar tidak mengandung bahan pengawet makanan yang berbahaya bagi kesehatan. Jadi, memakan jajan pasar tidak membahayakan kesehatan kita.

 

 

Di Yogyakarta kita dapat menemukan jajan pasar hampir di seluruh pasar radisional yang ada di Yogyakarta. Khususnya di Kecamatan Kraton, jajan pasar dapat ditemui di pasar tradisional Ngasem, atau yang lebih dikenal dengan Pasar Ngasem. Meskipun Pasar Ngasem terkenal dengan pasar burung, namun di sana juga terdapat transaksi barang selayaknya pasar-pasar tradisional lainnya. Karena di sana juga terdapat pedagang-pedagang lain yang menjual bermacam-macam dagangan. Di antaranya pedagang ikan, pedagang makanan, pedagang alat-alat rumah tangga, pedagang bunga, pedagang ikan hias, dan lain-lain.

Selengkapnya...
 
« MulaiSebelumnya12SelanjutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL