|
Komunitas seni di Kraton Yogjakarta yang mencerminkan keaslian jiwa budaya kota ini diwakili oleh adanya yayasan Siswo Among Bekso dan Candra Laras. Komunitas-komunitas inilah yang menjaga kehidupan seni tari dan musik tradisional dari budaya barat yang mulai mengikis budaya tradisional Jogja. Yayasan Siswo Among Bekso adalah sebuah wadah bagi para penari klasik gayaYogyakarta. Sistem pengajaran di Siswo Among Bekso ditekankan pada pemahaman teknik penari. Bagi Anda yang berminat mendalami tarian klasik gaya Yogyakarta datang saja langsung ke Kel. Kadipaten Kec. Kraton, dan hanya dengan biaya 6000 per bulan anda sudah bisa berlatih menari dengan guru-guru handal yang berpengalaman.
Tak hanya komunitas tari klasik, para pengemar musik keroncong juga tak ketinggalan membentuk perkumpulan untuk menyalurkan bakat dan minat mereka dalam Candra Laras. Komunitas ini masih terus berjuang untuk melestarikan musik keroncong di wilayah Kraton. Meskipun kebanyakan anggotanya adalah para lansia, semangat dan kesungguhan mereka untuk menghidupkan musik keroncong di Kraton Jogja tak pernah padam.
|
|
Candra Laras, Berlian Yang Tersembunyi |
|
|
(MENILIK KEBERADAAN CANDRA LARAS SEBAGAI KOMUNITAS SENI DI KELURAHAN PANEMBAHAN, KECAMATAN KRATON)
Di balik keremangan cahaya lampu teras sebuah gedung milik pemerintah, terdengarlah sayup-sayup alunan musik bergaya keroncong. Dengan enam orang di bagian musik dan ditambah satu orang penyanyi, lahirlah sebuah komposisi musik yang jika didengarkan akan menimbulkan ketenangan di dalam hati. Di sebelah Barat, duduk berderet penggemar jenis musik ini yang bisa dikatakan sedikit. Demikianlah situasi yang dapat ditemui di teras gedung Pengadilan Agama, Kelurahan Panembahan setiap Minggu malam antara pukul 20.00-00.00 WIB. Meskipun demikian, keadaan ini tidak menyurutkan semangat para penggemar fanatiknya untuk menghentikan ritual kegemarannya tersebut. Dinginnya udara malam dan gigitan nyamuk menjadi sahabat para pelaku seni yang hampir semuanya sudah lanjut usia ini.
Candra Laras, demikianlah mereka memberi nama untuk komunitas kecil mereka ini. Candra yang berarti "bulan", laras berarti "irama", merupakan salah satu komunitas seni yang mengalirkan musik gaya keroncong yang masih hidup di Kelurahan Panembahan, tepatnya di RW XVI. Berdirinya komunitas ini, tidak dapat dirunut secara detail karena komunitas ini merupakan komunitas yang mengalami pasang surut, ada kalanya berjalan tapi ada kalanya macet. Biasanya, komunitas ini mulai giat berlatih ketika memasuki bulan Juli-Agustus, sebagai persiapan untuk penyambutan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.
Sejauh ini, komunitas Candra Laras hanya beranggotakan para lanjut usia warga RW XVI, walaupun sebenarnya keanggotaannya bersifat umum. Namun sayangnya, sampai saat ini belum ada yang tertarik ikut bergabung, entah karena tidak tahu keberadaan Candra Laras atau memang karena tidak tergugah hatinya untuk ikut melestarikannya. Anak-anak muda lebih tertarik untuk bergabung dengan band-band yang menurut sebagian orang lebih tinggi gengsinya dan lebih modern. Walaupun demikian, kondisi seperti ini tidak menyurutkan semangat para lansia ini untuk tetap menjaga kelangsungan hidup komunitas kesayangan mereka tersebut. Sebagai ujung tombak, komunitas ini memiliki Mbah Guna yang mempunyai jiwa kecintaan terhadap kesenian ini.
Demikianlah gambaran singkat mengenai suatu komunitas keroncong Candra Laras yang tetap berusaha untuk terus bercahaya walaupun redup sekalipun. Perlu kita acungi jempol kegigihan dan kecintaan para lanjut usia ini dalam mempertahankan komunitas yang mereka anggap sebagai wadah pemersatu keguyuban mereka.
|
|
Yayasan Siswo Among Bekso Melestarikan Tari Klasik Gaya Yogyakarta |
|
|
Di tengah tenggelamnya budaya daerah karena tergusur oleh budaya barat, Yogyakarta menawarkan keaslian budaya tradisionalnya. Salah satunya adalah tarian klasik gaya Yogyakarta yang hingga kini masih dapat dijumpai, meskipun frekuensi tampilnya tidak sebanyak tempo dulu.
Yayasan Siswo Among Bekso merupakan satu dari beberapa yayasan yang berkonsentrasi dalam bidang tari klasik gaya Yogyakarta. Didirikan sekitar 54 tahun yang lalu oleh GBPH Suryobronto, yayasan ini telah menelurkan banyak sekali penari handal dan berhasil menggelar beberapa pertunjukan di manca negara. Di wilayah Kecamatan Kraton, biasanya para penari dari Yayasan Siswo Among Bekso tampil pada acara ulang tahun Kraton, atau acara-acara tertentu sesuai permintaan.
Sistem pengajaran di Siswo Among Bekso ditekankan pada pemahaman teknik penari, sehingga seorang penari tidak semata-mata hapal melakukan gerakan-gerakan tari tapi juga tahu betul teknik apa yang dipakainya. Setiap siswa harus melewati empat tahapan belajar, yaitu kelas 1, 2, 3, dan 4. Untuk naik ke tiap tingkat di atasnya ia harus melalui sebuah ujian kelulusan. Dan jika berhasil lulus dari kelas 4 maka ia berhak bergabung dengan tim senior. Tari yang diajarkan antara lain tari Sumekar, tari Tayungan, tari Matoyoretno, tari Wirogotunggal, tari Srimpi, tari Klonorojo, tari Beksan Putri, dan tari Beksan Putra.
Bagi Anda yang berminat mendalami tarian klasik gaya Yogyakarta bisa langsung datang ke Kelurahan Kadipaten Kecamatan Kraton. Perbulannya Anda hanya membayar Rp. 6000,00. Di sana ada 6 tenaga pengajar wanita dan 4 tenaga pengajar pria yang semuanya siap membantu Anda menjadi seorang penari handal.
Ayo lestarikan budaya bangsa, kalau bukan kita, siapa lagi?
|
|
|
|
|
|