|

Kraton Jogja memiliki sejumlah bangunan bersejarah yang sayang jika dilewatkan untuk dikunjungi para wisatawan. Dalem Joyokusuman, Dalem Pakuningratan, Dalem Yudonegaran, Dalem Kaneman, dan Dalem Suryaputran, adalah beberapa tempat yang menyimpan momen-momen bersejarah Kraton Jogja. Anda dapat menikmati keindahan dan kekhasan struktur tempat-tempat bersejarah tersebut sekaligus sambil memahami kehidupan Kraton Jogja (terutama keluarga raja-raja di Kraton Jogja) yang disimbolkan melalui pola-pola dan bentuk-bentuk bangunan-bangunan.
Di tempat-tempat tersebut kita tidak hanya bisa menikmati keindahan bangunan bergaya Jawa, tetapi kita juga bisa mengunjungi Museum Sonobudoyo unit II, yang berisi hasil-hasil kerajinan, gamelan, tandu Pakualaman, dll. Tak hanya museum, kita dapat pula mencicipi menu masakan Sultan, melihat pembuatan batik tulis, latihan gamelan, dan pameran di Dalem Joyokusuman.
|
|
Kraton Ngayogyakartahadiningrat |
|
|

Inilah tujuan wisata paling terkenal dan paling menarik di kota ini. Kraton merupakan kerajaan peninggalan masa lalu yang sampai saat ini masih terus menjalankan pemerintahannya. Istana Kesultanan ini diapit oleh dua alun-alun di utara dan selatannya. Di tiap alun-alun terdapat dua pohon beringin besar dan berumur tua sekali. Untuk dapat masuk dan melihat-lihat ke dalam Kraton Anda harus membayar tiket sebesar Rp.5.000 saja dan Rp.1000 untuk izin pengambilan gambar. Sangat murah kan!
Ada banyak kereta bersejarah di sini yang semuanya punya nilai seni tinggi, ada juga macam-macam pakaian yang dulu dikenakan oleh abdi ndalem, tentara dan keluarga kerajaan, tempat pembuatan batik, tempat pertunjukan tari dan musik, dan masih banyak lagi peninggalan budaya di dalamnya. Bangunan ini terletak tepat segaris lurus dengan jalan Malioboro, bahkan bangunannya sudah nampak dari kejauhan. Keunikan lain dari bangunan ini adalah karena terletak segaris lurus dengan Laut Selatan, Tugu Yogyakarta, dan Gunung Merapi.
|
|
|
Tamansari |
|
|
Tamansari merupakan salah satu objek wisata yang sangat terkenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan. Seperti halnya objek-objek wisata di sekitarnya, Tamansari juga memiliki potensi yang luar biasa. Selama ini para wisatawan yang berkunjung ke wilayah Yogyakarta seringkali hanya tertarik pada objek-objek wisata yang telah mendunia saja. Misalnya Komplek Candi Prambanan, Pantai Parangtritis dan sekitarnya, Kraton Yogyakarta dan sebagainya. Namun sejak bencana gempa yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 yang membuat beberapa objek wisata di Yogyakarta tutup atau menjadi kurang diminati, Tamansari menjadi objek wisata alternatif yang mungkin dapat dikunjungi oleh para wisatawan. Sehingga pengunjung di Tamansari diharapkan lebih meningkat.

Tamansari terletak di wilayah Taman, Kecamatan Kraton, Kotamadya Yogyakarta. Letaknya tidak jauh dari komplek Kraton Yogyakarta, sehingga akan sangat mudah untuk dikunjungi. Nama Tamansari ada yang mengartikan sebagai sebuah taman yang sangat indah dan mempesona. Komplek Tamansari berdiri di atas tanah milik Sultan Hamengku Buwono (Kagungan Dalem Kraton Yogyakarta) yang pengelolaannya ditangani oleh Tepas Keprajuritan Kraton Ngayogyakarta.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Sumur Gumuling, Masjid Bawah Tanah Jaman Kejayaan Kraton |
|
|
Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa bangunan yang bernama Sumur Gumuling dulunya adalah sebuah masjid bawah tanah yang digunakan pada jaman kejayaan Kraton Jogja.

Untuk menuju ke Sumur Gumuling kita harus melalui gerbang Sumur Gumuling. Gerbang Sumur Gumuling dulu ada dua buah, yaitu gerbang barat dan gerbang timur. Sebenarnya gerbang-gerbang ini adalah bagian ujung dari urung-urung yang menuju ke Sumur Gumuling. Gerbang barat sekarang hanya tinggal sisa-sisanya saja demikian juga urung-urungnya telah runtuh sehingga tak mungkin dilewati, sedang gerbang timur masih dalam kondisi yang cukup baik dan urung-urungnya pun masih bisa untuk dilewati.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |