Home
selamat datang... Cetak

Selamat datang di KratonJogja dot com

 

5
1
4
3
2


Jogjakarta, kota kecil yang berhati nyaman ini tidak hanya terkenal akan kota pelajar, namun juga kota yang kaya dengan budaya Jawanya. Kraton Jogja, yang merupakan istana kesultanan, merupakan daerah eksotis yang bernuansa Jawa tradisional di tengah-tengah pesatnya modernisasi kota ini. Kraton Jogja yang merupakan daerah objek wisata yang telah menawan hati banyak turis lokal maupun mancanegara ini memang menyuguhkan atmosfir yang unik, menarik, indah, nyaman, dan menyenangkan. Banyak aspek kehidupan di dalam Kraton Jogja ini yang masih tetap mempertahankan nilai-nilai kebudayaan Jawa dari jaman dahulu yang luhur, jadi pantaslah jika daerah ini merupakan "the never ending Asia".

Berwisata ke Kraton Jogja berarti banyak objek-objek wisata yang sangat sayang jika anda lewatkan begitu saja. Berbagai jenis wisata dapat anda kunjungi di sini sesuai dengan minat anda; mulai dari wisata mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah, wisata kuliner, hingga wisata yang dapat menambah pengalaman serta pengetahuan anda tentang kerajinan tangan tradisional khas Jogja.

Anda yang gemar berburu dan mencicipi makanan baru tentunya akan sangat senang jika dapat berbagi menu masakan yang sama dengan menu makanan favorit raja-raja Kraton. Coba saja anda kunjungi salah satu restoran terkenal di daerah Kraton ini, restoran Gadri Resto. Restoran inilah yang akan membawa indra pengecap anda berpetualang melalui kelezatan dan keaslian resep-resep yang telah turun-temurun digunakan dalam Keraton. Anda juga dapat menyantap makanan tradisional Jogja di dalam tempat berbentuk Joglo di restoran unik Bale Raos.

Bangunan-bangunan bersejarah di sekitar Kraton juga tak kalah menarik untuk didatangi. Struktur tradisional yang masih tetap dipertahankan keasliannya dan keindahan serta keunikan bentuk-bentuk bangunan yang juga menyimbolkan kehidupan masyarakat Kraton pastinya akan bermanfaat untuk menambah pengalaman wisata anda.

Tak hanya wisata kuliner dan bangunan-bangunan bersejarah, anda dapat pula menimba ilmu baru dengan mempelajari cara membuat kain batik, layang-layang, musik, dll dengan guru-guru yang ahli di bidangnya seperti Pak Hadjir, guru batik yang namanya telah dikenal di seluruh dunia. Kraton Jogja, menawarkan lebih dari sekedar pariwisata budaya.

 

 

 
Bale Raos, Restoran Unik Dengan Andalan Masakan Kesukaan Sultan PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 02 Februari 2010 12:27

Berangkat dari misi ingin melestarikan kekayaan budaya khususnya dalam hal keanekaragaman hidangan khas Kraton Yogyakarta dan pengangkatan citra makanan tradisional di mata masyarakat nasional maupun internasional serta memberikan alternatif pilihan sajian hidangan bagi masyarakat Yogyakarta maupun wisatawan, terbentuklah suatu restoran unik yang sangat berbeda dari restoran kebanyakan di Yogyakarta, baik dari segi menu, cara penyajian, dan tempat. Restoran ini bernama Bale Raos.

Bale Raos adalah salah satu dari sedikit restoran yang menyajikan masakan kesukaan Sultan Yogyakarta, dari masakan favorit Sultan Hamengkubuwono VII sampai ke Sultan Hamengkubuwono X. Semua bahan untuk masakan tersebut berasal dari ramuan-ramuan dan rempah-rempah tradisional.

 

 

Beberapa menu andalan Bale Raos antara lain: dalam Hidangan Pembuka ada Soup Tomat (Menu favorit HB IX), Soup Timlo (Menu favorit HB X), Soup Lidah, Soup Kacang Merah, dll. Kemudian di Hidangan Utama ada Sayur Klenyer (Menu favorit HB IX), Daging Lombok Kethok (Menu favorit HB VII-IX), Semur Ayam Panji (Menu favorit HB VII), Semur Piyik (Menu favorit HB VII), Gecok Ganem (Menu favorit HB IX), Dendeng Ragi (Menu favorit HB IX), dll.

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 30 Juli 2010 07:12
Selengkapnya...
 
Gudeg Jogja Yang Mendunia PDF Cetak Surel

Jika suatu ketika kita ditanya tentang makanan khas dari Jogja, pasti secara spontan kita menjawab “Gudeg”. Karena memang Gudeg merupakan makanan khas Yogyakarta. Seperti halnya Sate Madura dan Pempek Palembang, Gudeg Jogja juga sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Bahkan para wisatawan mancanegara pun jika berkunjung ke Jogja, kebanyakan dari mereka pasti mencari Gudeg, karena Gudeg juga sudah dikenal oleh masyarakat dunia. Di Jogja sendiri Gudeg tersebar hampir di seluruh wilayah Jogja, dari sentra Gudeg di Jl. Wijilan sampai ke pelosok daerah di Propinsi DIY.

 

 

Khusus di Jl. Wijilan, terdapat banyak sekali toko yang khusus menjual Gudeg dengan harga dan rasa yang bervariasi. Selain Gudeg, di Jl. Wijilan kita dapat juga menemukan aneka oleh-oleh khas Jogja. Khusus di Kecamatan Kraton, Gudeg dapat kita jumpai di beberapa tempat lain, misalnya di restoran-restoran atau warung makan-warung makan yang tersebar di berbagai penjuru Kecamatan Kraton.

Biasanya untuk menarik perhatian para calon pembeli, penjual Gudeg mengemas Gudeg dagangannya dengan kemasan yang menarik, yaitu disajikan dengan kendhil, yaitu wadah yang terbuat dari tanah liat. Selain lebih menarik para calon pembeli, kendhil ternyata juga membuat rasa Gudeg lebih khas dan lebih enak. Gudeg kendhil ini dapat kita jumpai di hampir semua tempat yang menjual Gudeg.

Gudeg berbahan dasar nangka muda yang direbus bersamaan dengan bumbu-bumbu khusus, santen, di dasar dan di atas panci bahan-bahan yang direbus yang untuk merebus diberi alas daun jati yang masih muda. Untuk mendapatkan rasa dan warna Gudeg yang sempurna dan enak, bahan-bahan tersebut direbus selama sekitar semalam. Daun jati dipergunakan untuk mendapatkan warna Gudeg yang menarik. Untuk areh-nya atau kuahnya terbuat dari santan, bumbu-bumbu, dan kunyit untuk pewarna. Kuah tersebut dituangkan di atas Gudeg yang sudah siap disajikan, hanya sedikit saja, selain kuah juga ditaburi bawang goreng.

Gudeg mempunyai rasa yang manis. Gudeg biasanya disajikan dengan nasi hangat, telur rebus, ayam, ceker ayam, tahu, tempe, krupuk, dan lain-lain. Untuk minuman pendampingnya, dapat minuman apa saja; misalnya teh hangat, jeruk hangat, es teh, es jeruk, air putih, dan lain-lain. Rasanya kurang lengkap jika berkunjung ke Jogja tanpa merasakan Gudegnya.

 

Selengkapnya...
 

Tahukah anda...

Tugu Jogja yang ada sekarang jauh berbeda dengan tugu Jogja yang dulu. Tugu yang dulu tingginya mencapai 25 meter. Sedangkan, tugu Jogja yang sekarang hanya setinggi 15 meter. Tugu Jogja yang lama runtuh sepertiganya pada tanggal 10 Juni 1867 akibat gempa bumi hebat yang melanda Jogja dan dibangun baru pada tahun 1889 oleh penguasa Belanda.

Peta Interaktif

Ingin mengalami liburan yang menyenangkan? Semua aspek wisata yang anda inginkan ada di Kecamatan Kraton. Dimulai dari wisata cagar budaya, banyak tempat-tempat bersejarah Jogja yang bisa anda kunjungi. Atau lakukan wisata kuliner dan puaskan lidah anda dengan aneka makanan tradisional yang tidak akan anda temui di tempat lain.

 

Kami mempunyai peta interaktif untuk memandu anda dalam perjalanan wisata anda dan membuatnya menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

 

Jelajahi Peta Wisata Jogja!